Mendung di Langit Hatiku
Mendung
di langit hatiku By:
Nahdiatul Husna
Awan-awan
bergantungan di atmosfer kelabu
Kenapa
harus begini
Awan
itu terus membayangi
Dan
rona sunyi bergelayut di kolong langit senja
Meski
angin barat genit menggoda-goda
Tak
hendak beranjak ia
--Benci!
Aku benci!
Dan
aku tak mau bertanya kembali
Mengapa
harus benci
Mengapa
dan mengapa, lagi-lagi mengapa
Aaah
. . . jemu juga menggugat debu
--Mendung
di langit hatiku
Awan-awan
bergantungan di atmosfer kelabu
Ku
hembus-hembus ia agar berlalu
Tapi
badai malah mengancamku di kaki langit itu, oh tidak…!
--Hampa
ini terasa merasuk
Aku
begitu sendiri
Entah
kenapa kau yang ku harap hadir kini
Tak
ku sangka kau malah mengekalkan sepi
Enggan
menyapa meski hanya satu sepoi angin saja
Ku
rasa akupun tak mau,
kau
harus tau itu
--Mendung
di langit hatiku
Awan-awan
bergantungan di atmosfer kelabu
Amuntai,
11 Februari 2012