Mencintaimu
Mencintaimu
Bagiku anugerah Tuhan
Mungkin juga kecelakaan
Ada bilur-bilur luka di sana
Buncah bahagia terkecap pula
Mencintaimu laiknya mendaki puncak gunung
Menitikkan peluh
Sekaligus sepoi angin
Memendar lelah, merintih tak pernah
Melarikan diri penuh sayatan menganga
Di pembuluh darah segenggam rindu menyerta
Tangisku kehilangan air mata
Hanya hujan menderai-derai duka
Perih... menghentak berontak
Mencintaimu
Bukan kemauan
Hanya setapak jalan
Berharap di satu tepi
Tlah menanti pesona firdausi
Banjarmasin, Sabtu, 8 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar