Rabu, 16 Oktober 2013

lekak-lekuk pena- Badai Menepi


Badai Menepi

Di penghujung petang
Elang menguik pelan
Meretas kenangan selintas lalu
Mengabadi dalam sejarah mengharu biru

Tubuh ini meluluh melantak
Sendinya layuh dan retak
Jari dihela dari jelaga lara
Meraba genangan keruh
Sekali tepuk lumpurnya mengena
Menambah noda di paras buruk rupa

Rebah tak hendak, teratih beranjak
Mengiba-iba peluh lipatan hati
Menyapih debu dari kulit ari
Belum kebas ia
Hanya membekas
Di ujungnya menyisakan luka bernanah nan menganga

Memori hanya merekam ngeri, gigil takut tak henti
Meski guruh badai ia telah melindap menyunyi
Tragedi cinta tlah rela menepi
 ...............
Nahdiatul Husna
Banjarmasin, Minggu, 20 Januari 2013
03.00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar