Rabu, 16 Oktober 2013

lekak-lekuk pena- Prosa Rindu


Prosa Rindu
Di penghujung musim
Masih kurasakan rinai hujan
Pada hari yang tak bernama
Ku rayu tuk bawakanku bunga
Karena dia yang  entah dimana

Hari ini bertambah satu warna
Yang tergores pada kanvasku yang dihadiahkan masa
Merah muda, jingga, dan ungu
Menunggu jam mendetakkan rasaku
Itu sendu

Ya, ada  senyumku dalam abjad kata
Tau kah dia ada tangis yang terselip di sana?
Ingat, meski ku desak agar terlempar ke ujung benua
Ia ada
Dan duniaku terus memetakan lekuk wajahnya

Di penghujung musim
Masih kurasakan rinai hujan
Pada setiap tetesan
Ada secawan rindu yang ku bisikkan
Rindu, ia ada meski kalimatku habis di ujung jalan
…Banjarmasin, 24 September 2013, 12:31 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar