Rabu, 16 Oktober 2013

lekak-lekuk pena- Rindu Hujan


Rindu Hujan
Keterbungkaman bahasaku
Menjelaskan derai yang memesona
Tak ku mengerti hingga kini
Ada semacam kasih sayang yang Tuhan selipkan
Di antara guyur  tempias
Di keharuman tanah basah
Ah, hanya itu saja

Tlah kesekian kalinya ia menyapa
Dulu, kemarin, kemarin sore, tadi pagi
Mungkin besok, lusa, atau seminggu lagi
Gemericiknya akan terindera
Dari angguk daun muda

Aku tercenung
Rinduku semakin menyeruak
Dan wangi bunga padi yang merebak
Hujan, bertandang malam-malam
Resapi,  ini jiwa berpenuh lebam
----Banjarmasin,
Rabu, 25 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar