Rindu Hujan
Keterbungkaman bahasaku
Menjelaskan derai yang memesona
Tak ku mengerti hingga kini
Ada semacam kasih sayang yang Tuhan selipkan
Di antara guyur tempias
Di keharuman tanah basah
Ah, hanya itu saja
Tlah kesekian kalinya ia menyapa
Dulu, kemarin, kemarin sore, tadi pagi
Mungkin besok, lusa, atau seminggu lagi
Gemericiknya akan terindera
Dari angguk daun muda
Aku tercenung
Rinduku semakin menyeruak
Dan wangi
bunga padi yang merebak
Hujan, bertandang malam-malam
Resapi,
ini jiwa berpenuh lebam
----Banjarmasin,
Rabu, 25 September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar